Monday, April 8, 2013

15 Hari Menuju UN



Nak, pagi yang luar biasa bukan…

Pagi selalu saja luar biasa,
karena ada janji baru disana,
untuk menganyam segala hal yang lebih bisa memberi  bahagia,
menawarkan sukacita,  
merentas misi yang dipunyai, dan mengejar mimpi...

Dan bukankah pagi ini juga luar biasa?
Kau bisa bersua dengan orang yang berbagi mimpi yang serupa, cinta yang tak berbeda, dan tentu saja …
..beriringan mencapai tujuan.

Pagi, adalah kesyukuran, bahwa satu  lagi cerah hari mampu kau jelang.

Dan warna apa yang kau lihat hari ini?
Bbukankah sesempurna penglihatan yang diberikan..
Hijau masih tetap memukau,
Merah masih begitu cerah, secerah binar matamu yang haus ilmu,
Warna  biru nan syahdu,
Dan... warna yang tak terdefinisikan oleh gugusan kata, pun waktu.

Adakah kelelahan telah menyelusup dan menelikung relung jiwamu?
Sudahkah kejenuhan memerangkap hatimu dan kau rasa ingn segera berlalu?
Ataukah kecemasan yang tak henti memburu hari harimu?

Ya,... aneka rupa rasa yang muncul kadang tak terkendali, kadang tak beraturan, pun tak berurutan, bahkan saling berebutan,
bahagia dan sedih, sering tumpang tindih,
suka duka tak luput menyapa,
kecewa sering hadir tiba2…
begitulah arus kehidupan nak, gelombangnya sering sulit diterka..,

Kadang merasa ingin melesat,
semangat begitu manyala,
liar berkobar, siap membakar,
tapi kadang semua luruh, jatuh ketitik dasar,
sulit untuk bangkit,
Begitulah proses, Nak, lika likunya mengaduk ngaduk rasa.. selalu saja memunculkan hal yang tak terduga, dalam lena dan terjaga,..

Kadang bahagia datang tiba2, kesedihan hadir tak menunggu persiapan kita menghalau dan menghadapinya,
terkadang yang telah dirajut terurai tanpa sisa, dan
yang tak dingnkan muncul tanpa pertanda,
begitulah suratan takdir , Nak,.. ia ada karena  pertemuan antara ketentuanNya yang agung, dan usaha kita..

Ketika kendala dan rintangan menghadang, tersengal mengumpulakn sisa tenaga untuk berjuang, tapi sering juga semua terasa begitu ringan, mengalir seperti air, riang mengajak berdendang,..
begitulah perjalanan Nak,.. penuh dnegan kemungkinan kemungkinan…

Saat raga letih menopang, kita menyadari  mimpi belum digengam, lalu melanjutkan untuk terus menggapainya,.. kadang rasa ingin berhenti kerap saja menghampiri, lalu pesona cahaya diatas sana, begitu menggoda, dan kita melanjutkan lagi dengna sisa tenaga..
Begitulah pendakian Nak,.. berat, beban membebat, tapi puncaknya sedemikian hebat, mengalirkan rasa yang dahsyat,..

Dan setiap detik kita adalah guratan takdir, perjalanan,proses, dan pendakian,…

Sepeti yang berusaha dihadirkan hari ini.. adalah agar semua penggal kisah dalam segenap takdir, perjalanan, proses dan pendakian mampu begitu kalian nkmati,..

Apa yang dulu pernah kusampaikan,..
Hadirkan cinta dalam setiap detailnya…
Karena dalam cinta, ada kekuatan yang sangat dahsyat…

Dan karena aku mencintaimu, Nak,.. Ijinkan kusampaikan itu, ..
Terus berjuang Nak, Karena masa cemerlang itu menantimu….
                                                                                                                                                                                                        -----

Mengenang kala itu, Sabtu 6 April 2013, berkeliling ke ketiap kelas, menempel tulisan ini, di pagi yang masih begitu muda...

Friday, April 5, 2013

17 HARI MENUJU UN

17 HARI MENUJU UN



Waktu terus berjalan maju
Ia tak bisa menunggu
Seperti kuda yang berpacu
Berderap tanpa ragu

Waktu terus bergulir
Mengalir seperti air
Arus yang telah menuju hilir
Bukan lagi air yang sama yg kau temui di sepanjang sungai
Smua telah pun berbeda
Meski jernihnya terkesan sama
Dan kilaunya tetap membuai

Waktu kan terus berlari
Ia tak mungkin menanti
Bergerak kedepan tanpa henti

Kau tak punya pilihan selain menatap kedepan
Karena segala yang telah terjadi, tak bisa kembali
Susun segalanya lebih baik lagi
Agar tak menyesal di kemudian hari

Tak boleh ada kata menyerah
Jangan biarkan dirimu kalah
Pada keadaan maupun pada amarah

Harusnya kau kuat
Di kelilingi oleh orang-orang hebat
Dengan cinta tanpa syarat
Harusnya kau tetap gigih
Dikepung kasih tanpa pamrih

Dan selaksa do’a mengiringi setiap langkah kaki
pun di setiap tapak-tapak jalan yg kau titi


----------
Sepenuh cinta
yang memenuhi rongga jiwa
Juga nada kasih yang mnggema di angkasa Jiwa
Untk pribadi2 yang luar biasa


Bunda
Uswid
Mamak


Di pasang di setiap Mading Kelas ( pa/pi ) pada Rabu, 3 April 2013 Pagi..

Tuesday, March 26, 2013

30 Hari Menjelang UN

30 Hari Menjelang UN,..

Ketika hari kebersamaan dan perjuangan itu smakin menipis
Maka berusahalah agar kelak semua berbuah manis
Semangat tak boleh terkikis,

Tegap, berderap dalam barisan yang selalu siap
Tegak, bergerak dalam barisan yang serentak
Erat, mengikat dalam ukhkuwah yang semakin merapat

Sebab CINTA karenaNya
Akan selalu ada
Utuh bertahta, tak lekang oleh masa
Sebab KASIH karenaNya
Takkan sirna
Sepanjang usia, tak mengenal kata tiada..

Dan doa menggema di angkasa
Bersama awan jingga, kilatan cahaya
Dan gemintang di gulitanya malam..

Puisi Sayyid Qutb Ketika Ia Jatuh Cinta

Puisi Sayyid Qutb Ketika Ia Jatuh Cinta


Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
  Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.


Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.


Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.


Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.


Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.


Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.


Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.


(As-Syahid Sayyid Qutb)

Saturday, March 23, 2013

29 Hari Menjelang Un

29 Hari Menjelang UN

Satu hari lagi terlewati,..
menyisakan bberapa gugusan hari.
mungkin memang tidak mudah untuk dititi..
tapi bukankah kau, aku, mereka, masih disini..
untuk bersama merentas mimpi..

Ayo,.. rapatkan barisan..
Mari,.. susun kekuatan..

Kita bisa..
karena kau, aku, mereka
ada dalam satu Cinta
cinta yang sama
Cinta karenaNya..

Saturday, December 29, 2012

Awal mula..

                 Mencintai adalah memberi yang terbaik..
 
               Hal yang selalu kuyakini sejak dulu. meski beberapa kali, keyakinan itu sempat pudar, buram, bahkan sirna sama sekali. tapi seiring berjalannya waktu, keyakinan itu kembali, bahkan semakin kukuh.

             Masih terekam jelas dalam memoriku, ketika pertama aku berhadapan dengan siswa-siswi SMP tempat sekarang aku mengajar, tempat dimana aku mengabdikan ilmu, jiwa dan tenagaku.

               Wajah-wajah asing menatapku. Ada pancaran harapan berkilat di mata mereka. Harapan bahwa aku mempunyai dan membawa sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang segar, aktual, keren dan menyenangkan. Namun aku juga sempat menangkap kilatan sinis dari beberapa sudut mata mereka. Ada rasa tak percaya disana. Tak sedikit pula aku menangkap raut muka yang biasa-biasa saja, alias tidak begitu peduli, tidak ambil pusing dengan aku, dan apa yang akan aku sampaikan. Yang penting mereka berada di kelas, dan selanjutnya terserah waktu atau mungkin angin, membawa mereka ke mana.

            Aku pun masih ingat betul, di waktu dimana nafas tampak begitu berat, dan rasanya aku bisa menghitung kerjapan mataku, juga mendengar detak jantung yang bergerak kian tak beraturan, dengan ritme yang tak jelas pula. Sebelum aku tersenyum dan melebur ke dalam riuh kelas yang terasa begitu lama. ini bukan pertama kali aku mengajar, tapi entah mengapa, rasanya begitu berbeda.

            Waktu berlalu begitu cepat, hingga tak terasa kebencian dan ke-tidaksuka-an mereka terhadapku berkembang begitu pesat, bak cendawan di musim hujan. Menempel dan menggelayut di "pohon kepercayaanku" yang kian ringkih dan layu. Jika angin bertiup dengan kuat dan kencang kala itu. mungkin aku telah limbung, rersungkur, rebah tanpa daya.

              Cara dan sikap tegasku bagai belenggu bagi mereka, mengekang hingga sesak. Dan aku sempat berpikir untuk mengendur. Tapi keyakinanku, mendorongku untuk tetap mempertahankan posisiku, apa yang terbaik menurutku.

                Sungguh cinta dan kerinduanah yang membuatku bertahan. 

           Ya, cinta yang termat agung, Cinta pada Sang Penggenggam Cinta. Karena itu pulalah aku mencintai mereka, mencintai karenaNya.

          Aku rindu melihat mereka menjadi anak-anak yang membanggakan. Aku rindu menyaksikan mereka terus berkembang menjadi baik, dan lebih baik setiap saatnya. Dan pastinya, aku rindu SyurgaNya. berharap semua jerih payah ini kelak layak untuk ditukar dengan syurga, walau aku paham betul bahwa amalanku tak akan pernah cukup  untuk membawaku kesana. karena syurga diciptakan hanya karena kasih sayang Allah yang sedemikian besarnya kepada hamba-hambaNya. Maka selanjutnya, aku berharap jerih payah ini mampu membuat Allah mencintaiku dan menempatkanku bersama golongan orang-orang yang dicintaiNya, di tempat yang paling mulia, sebaik-baik tempat kembali,.. di JannahNya.

           Walau tak kupungkiri, kala mengetahui begitu banyak yang tidak menyukaiku, serasa disayat sembilu, perih tak terperi,..
             Tapi,.. bukankah kehadiranku disini tidak untuk dicintai. Seperti yang selalu dan berkali-kali kusampaikan kepada mereka, pun diriku sendiri, bahwa tidak peduli mereka menyukaiku atau tidak, mencintaiku atau sebaliknya, aku akan tetap seperti ini. Memberikan yang terbaik, membimbing, mendidik, membersamai, mengarahkan.

            Mencintai adalah memberi yang terbaik. karena itu kasih sayang yang kuberikan tulus, tak bersyarat, tak peduli mereka akan mebalas yang setimpal atau tidak. Karena begitulah cinta, terlebih, jika itu karenaNya...
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ditulis pertama kali pada hari Selasa, 5 Oktober 2010

Dituangkan kembali dg beberapa editan...
Kala kenangan itu terlintas dalam angan...

Friday, December 28, 2012

Samsidar


 HUjan kali ini.. melanyangkan ingatanku padanya..
Gadis berkuncir kuda.. sahabat tempo dulu..
sosok lugu yang mengajariku arti 'sahabat" dan berjuang yang ssungguhnya..

Dulu, ia selalu berbagi payung untukku. si pemalas, yang selalu lupa bawa payung sendiri... dan hasinya, kami berdua hampir selalu "kuyup"

hnya sebuah photo usang.. tapi tak terhitung kenangan yang kau hadirkan.. tersimpan rapi....
Kesetiaanmu menjagaku.. juga senyum yang tak pernah lekang... meski penyakit mengggerogotimu..
"besok kita sekolah bareng lagi ya".. katanya..
satu2nya janji yang tak dia tepati..

Mei 1996,.. terakhir kali kami bertemu... sbelum keabadian menjemputnya..
Sebelum sempat kusampaiakn, betapa bersyukur dan bahagianya aku mengenalnya
‎"akan kusampaikan kisah tentangmu, Sam... kepada setiap orang2 yang kusayangi"

janjiku kala itu..

saat tak lagi bisa bertatap denganmu ...

Semoga Allah melapangkanmu disana, ...

kau boleh pergi,.. tapi kenanganmu abadi...

Dan diderasnya hujan.. aku merindukanmu.. sahabatku...
mengenang kala kita berlarian di sawah mencari beberapa biji "caplukan"..

Akh... tanaman itu tak populer lagi sekarang,....
 Samsidar..
Terima kasih atas segala pembelajaraan yang kau berikan.. kesederhanaanmu.. kasih n persahabanmu.. terpatri dihati...

Telah kuestafetkan.. kuceritakan.. kusmpaikan.. pesanmu.. lewat setiap jengkal perjuangku ... atas nama persahabatan

-------
Dan kawan..

Manfaatkan waktu yang ada.. hargai sahabat yang selalu melakukan yang terbaik untukmu.. selagi mereka bersamamu..

Dan apabila mereka menjauh.. meninggalkanmu krn kesibukan yng begitu mnyita waktu.. atau krn dunia yang baru.. tempat baru.. juga kawan baru.. bersyukurlah.. masih kau jumpai senyumnya.. dan masih kau bisa ikuti jejaknya.. dari kejauhan...

SELALU ADA HIKMAH DALAM SETIAP KEJADIAN